Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia  diharapkan menjadi poros Islam moderat, Islam yang bisa berdialog secara sehat dengan berbagai kekuatan dunia dan menebarkan rahmat untuk semua (rahmatan lil-‘alamin). Islam yang menegakkan tatanan sosial yang damai, ramah, toleran, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Namun, cita-cita mulia mewujudkan umat yang moderat (ummatan wasathan) perlu perjuangan atau jihad—kesungguhan intelektual, moral, dan material. Untuk itulah Mujahidah Muslimah hadir sebagai bagian penting masyarakat dalam upaya jihad menampilkan wajah indah Islam (ihsan) itu. Kami merasa berkewajiban memberikan pandangan-pandangan positif dan progresif dan membendung arus fanatisme, tindak dan wacana kekerasan, dan ketidakadilan. Inilah wadah untuk terus berdialog secara kritis tapi santun dan cerdas. Inilah wahana untuk merayakan perbedaan pemikiran dan keberagaman pandangan secara bertanggung jawab.

Kami yakin, Islam sejak kelahirannya menyimpan kekuatan perubahan yang sangat dahsyat—sejak Nabi Muhammad SAW telah berhasil mengangkat derajat kaum lemah-tertindas menuju tata kehidupan baru yang disinari nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kebahagiaan dunia-akhirat. Keyakinan inilah yang mesti terus menyala dalam kesadaran umat dan tak boleh redup oleh dogmatisme, sikap apologetik, kemalasan, dan kepentingan sesaat suatu kekuasaan.
Dari sini Islam moderat diharapkan tak hanya berhasil membangkitkan semangat perubahan dan pencerahan ke dalam, tapi juga memiliki daya tawar peradaban (civility bargaining) yang relatif tinggi bagi peradaban dunia secara menyeluruh. ‘Alaina al-harakah wa ‘alallah al-barakah. Amin..