Jalan Keluar Persoalan Gender

Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus

Isu gender, jika itu berkaitan dengan agama, tak pernah habis diperdebatkan.  Islam di Indonesia juga memiliki sejumlah problematika, terutama ketika era modern dengan tuntutan kesetaraan kaum perempuan menguat. Bagaimana seharusnya para muslimah memahami dan mengamalkan ajaran  sesuai dengan prinsip Islam itu sendiri?

Bermula dari pertanyaan mendasar inilah sang Penulis buku ini mencoba mencari jalan keluar. Harus diakui bagaimanapun juga selama ini Islam dianggap sebagai agama yang patriarkial, artinya kurang sepaham dengan prinsip kesetaraan. Pemahaman bias gender ini seringkali membuat umat Islam yang modern terpaksa harus berbenturan dengan dua kutub yang berbeda.

Tetapi menurut Musdah, sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi mengingat ajaran Islam itu juga ajaran yang memiliki spirit emansipasi, kesetaraan dan egalitarianisme. Tanpa perlu harus mengekor dengan modernitas sekalipun Nabi Muhamad telah membuat fondasi yang kuat untuk menjadikan kaum hawa setara dengan kaum adam .  “Nabi mengubah kedudukan perempuan dari posisi sebagai obyek yang dihinakan dan dilecehkan menjadi subyek yang dihormati dan diindahkan.

Nabi memproklamirkan keutuhan kemanusiaan perempuan setara dengan laki-laki. Keduanya sama-sama manusia, sama-sama berpotensi menjadi khalifah fi al-ardh (pengelola kehidupan di bumi). Laki dan perempuan mempunyai nilai kemanusiaan yang sama.”(Hlm 32)

Buku ini tersusun dari empatbelas bab yang membicarakan beberapa persoalan perempuan, islam dan keindonesiaan. Secara ringkas dapat dibagi menjadi beberapa poin, yakni 1) Prinsip-prinsip kesetaraan gender dalam Islam. 2) Prinsip tauhid, syariat dan akhlak sebagai panduan mewujudkan harmoni antara individu, keluarga dan hubungan sosial. 3) Kajian Al-Qur’an dan sunah yang brilian sehingga kita mendapatkan esensi dari Islam untuk membangun kesadaran tentang tanggung jawab sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Lebih terperinci, buku ini akan memberikan pegangan bagi para Muslimah dalam menghadapi berbagai masalah seperti  hubungan suami-istri, pendidikan anak, tanggung jawab ekonomi keluarga, persoalan poligami yang problematis bagi Muslimah, berbagi tugas masalah internal dan eksternal dan sejumlah persoalan lain yang pasti dihadapi kaum muslimah.

Buku ini tergolong luar biasa karena di dalamnya memuat banyak pandangan dari internal Islam serta kritis memahami arus dinamika kehidupan modern. Dengan kemampuan memegang kendali literatur Islam secara baik serta kemampuan membaca arah derap modernitas, Musdah berhasil membuat banyak formulasi garis syariah yang baik untuk pedoman hubungan antara laki-laki dan perempuan di jalan Islam.

Setelah pada bagian pertama dan kedua menjelaskan alasan sosio-historis berkaitan dengan hubungan antara perempuan dengan syariat, bagian-bagian selanjutnya sang penulis menjabarkan masalah-masalah kontemporer di Indonesia, seperti peranan ibu rumah tangga, perlunya pemberian peluang sosial, ekonomi dan politik perempuan, dan lain sebagainya.

Di luar masalah personal kemuslimahan, buku ini juga sangat baik dalam menjelaskan masalah-masalah peraturan daerah dan sejumlah tuntutan penegakan syariat Islam melalui jalur formal. Musdah mengkritik banyak kebijakan perda syariah yang alih-alih membawa kemaslahan. Yang terjadi justru merendahkan martabat kaum hawa. Artinya banyak sekali tuntutan penegakan syariat Islam itu yang justru tidak sesuai dengan prinsip dasar ajaran Islam yang memuliakan kaum perempuan.

Tidak salah penerbit memilih buku ini karena di dalamnya memiliki nilai lebih pemikiran seorang Cendekiawan yang mampu menampilkan cara pandang baru berkaitan dengan hubungan perempuan dan laki-laki sesuai ajaran Islam. Karena kemampuannya membaca pesan-pesan sejarah yang bagus, penulis mampu menyuguhkan satu pemahaman yang baik tentang Islam dalam memandang hubungan antara perempuan dan laki-laki.

Di sini, Islam (dalam pandangan sang Penulis) nampak begitu menarik untuk dijadikan solusi bagi kemanusiaan. Sekalipun buku ini memiliki banyak kelebihan dan sangat bagus untuk dibaca  para muslimah, tetapi memiliki kelemahan karena banyak  istilah akademik yang berat. Bagi yang kurang terbiasa dengan bacaan akademik, tentu memperberat alur. Selamat membaca.

Makmun Yusuf. Peminat buku sosial dan agama :: Sumber: kompas.com

 

 

 

 

Judul: Muslimah Sejati
Penulis: Prof Dr Hj Siti Musdah Mulia, MA
Penerbit: Marja Pustaka, Bandung
Tahun: 2011
Tebal: 382 Hlm