Mendampingi teman-teman  BPS dari 34 Provinsi melakukan Rekonsiliasi Data. Acara ini dalam rangka penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2017, Hotel Alana, Sentul City, 25-28 Juli 2018. Tak terasa sudah 11 tahun saya menjadi bagian dari kerja-kerja BPS mengumpulkan data IDI.

Sejatinya, sejak 2016, IDI adalah buah kerjasama antara beberapa lembaga pemerintah: BPS, Kemendagri, BAPPENAS dan dibawah koordinasi Menkopolhukam.

Saya dsn tiga orang lainya: Prof. Maswadi Rauf, Prof. Syarif Hidayat dan Dr. Malik Gismar bertugas sebagai Tim Ahli IDI, kami tidak mewakili lembaga, melainkan sebagai pihak independen yang membantu proses verifikasi dan analisis data yang dikumpulkan BPS.

Sungguh banyak  pengalaman berharga saya petik dari kerjasama antar lembaga ini. Bukan hanya kompak antar lembaga, melainkan juga di antara individu yg terlibat dalam kegiatan IDI sangat kompak dan bersahabat.

Saya menikmati keakraban dan persahabatan yg tulus di antara semua anggota tim IDI meski latarbelakang kami sangat berbeda: beda bidang keilmuan, beda agama dan suku, pilihan politik, bahkan sering beda pandangan demokrasi dst. Namun, semua perbedaan itu justru menjadi melodi yang indah mengiringi kerjasama di antara kami.

Berharap agar kerjasama yg baik ini melahirkan hasil indeks demokrasi yg akurat dan dapat menjadi pijakan bagi pemerintah, khususnya pemda dalam menyusun program tahunan terkait pembangunan bidang politik. Semoga dengan adanya IDI yg menjadi acuan penyusunan program pembangunan, upaya-upaya membangun demokrasi Indonesia ke depan menjadi lebih sukses dan bermakna.

Dan tentu saja semoga kemajuan demokrasi bukan hanya berkutat pada hal-hal yg bersipat prosedural melainkan menyentuh hal-hal yg substantif. Sebab, hanya demokrasi substansial yg mampu memajukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.