Oleh: Musdah Mulia

Sebuah seminar bertema: Tanggung Jawab Agama Membangun Perdamaian diadakan oleh Pemerintah Jerman berkolaborasi dg Pemerintah Finlandia diadakan di Berlin, 18-20 Juni 2018.

Seminar ini menghadirkan sebanyak lebih 80 peserta dari berbagai negara Asia. Mereka adalah wakil dari para pemuka agama di Asia dan para pimpinan organisasi lintas iman dan dialog agama di Asia.

Ada empat isu utama yg dibahas: Pemuka agama sbg aktor perdamaian dan mediasi; Wajah agama di media dan ruang publik; Agama dan Pendidikan damai; dan Agama, Gender dan Perdamaian.

Berbagai problem krusial dan kasus2 konflik agama dan sosial di berbagai wilayah, seperti Myanmar mengemuka.

Meski dalam setiap sesi seminar sering terjadi debat panas antara peserta karena perbedaan sudut pandang dan kepentingan dalam melihat kondisi dan fakta realitas konflik di suatu wilayah, namun semua akhirnya sepakat bahwa semua konflik harus segera diakhiri. Konflik hanya menbuat kehidupan masyarakan semakin terpuruk dalam aspek mana pun.

Semua peserta sepakat perdamaian adalah jawaban dan solusi satu2nya bagi semua kemelut yg mengambil bentuk konflik agama dan sosial yg melanda berbagai komunitas agama di mana pun.

Perdamain harus diupayakan terwujud dengan  serius dan dengan cara-cara yang melibatkan semua elemen masyarakat, khususnya para pemuka agama  dan dilakukan secara sistemik  dimulai dari ruang keluarga di tingkat yg paling dasar.

Jangan pernah lelah merajut damai sebab inti perdamaian adalah kasih sayang dan keadilan yang berujung dengan memanusiakan manusia.